Thursday 21st February 2019

Wisata Edukasi Goes To Bandung

Wisata Edukasi Goes To Bandung

Setiap tahunnya, madrasah kami, MTs N 1 kota Tangerang Selatan mengadakan wisata edukasi atau fieldtrip khusus bagi siswa kelas VII. Tahun ini, tujuan fieldtrip kelas VII adalah ke Bandung, kota sejuk berjuluk Paris Van Java, yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat. Kegiatan diadakan pada Kamis, 07 Februari 2019 dengan diikuti seluruh siswa kelas VII sebanyak 350 siswa dan 25 pembimbing.
Adapun beberapa tempat yang menjadi tujuan fieldtrip ke Bandung kali ini adalah Museum Puspa Iptek, Museum Geologi, Floating Market, dan Pabrik pengolahan tahu susu Lembang, Bandung.

Menurut ketua panitia kegiatan Fieldtrip kelas VII, kegiatan ini secara khusus dimaksudkan untuk membuka wawasan siswa tentang pembelajaran dan pengetahuan di luar kelas. Bandung menjadi tujuan karena memiliki berbagai macam tempat wisata yang bisa menambah pengetahuan siswa, baik itu sejarah melalui museum geologi, sains melalui museum Puspa Iptek Sundial, dan wisata alam yang memikat dan modern serta menikmati udara sejuk dengan panorama nan indah, yaitu Floating market, Lembang.
Dalam kegiatan tersebut seluruh siswa diwajibkan membuat laporan berupa LKS (Lembar Kerja Siswa) yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait dengan tempat-tempat yang dikunjungi sebagai pertanggungjawaban dan sebagai media pembelajaran bagi siswa peserta kegiatan fieldtrip.
Perjalanan diawali dengan mengunjungi Museum Puspa Iptek Sundial. Museum ini merupakan wahana pendidikan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung. Puspa Iptek Sundial diresmikan pada tanggal 11 Mei 2002, bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional. Keberadaan Gedung Puspa Iptek merupakan upaya penting bagi perwujudan Kota Baru Parahyangan sebagai Kota Mandiri yang berwawasan Pendidikan. Mulai tahun 2013 area alat peraga di Puspa Iptek Sundial juga diperluas serta fasilitasnya diperlengkap, seiring dengan semakin tingginya minat dan kepedulian masyarakat terhadap dunia sains dan teknologi. Puspa Iptek memiliki lebih dari 180 buah alat peraga interaktif sehingga pengunjung dapat mencoba sendiri dan mengeksplorasi alat-alat peraga tersebut. Nama Puspa Iptek Sundial merupakan perpaduan antara Puspa Iptek dan Sundial.
Tempat berikutnya yang kami kunjungi adaah Museum Geologi Bandung. Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah. Museum Geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia dan berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian, dan objek pariwisata.
Gedung museum geologi yang terletak di Jalan Diponegoro 57, Bandung. Museum ini ada di dalam organisasi pusat penelitian dan pengembangan geologi, Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi. Bangunan gedung yang arsitekturnya dirancang oleh Menalda Van Schoulven Burg (arsitek Belanda) dibangun oleh kontraktor Lim A Goh dari Bandung. Pembangunannya memakan waktu selama sebelas bulan dengan tenaga kerja sebanyak 300 orang.
Tujuan utama pembangunan Museum Geologi yaitu untuk mendokumentasikan dan memperragakan benda peraga geologi hasil kegiatan kerja di lapangan dan di laboratorium semuanya dalam bentuk batuan, mineral, dan fosil, dilengkapi dengan foto, bagan, peta ilustrasi, dan beberapa model untuk memberikan gambaran lebih jelas. Fungsi museum geologi lebih dititikberatkan kegunaannya untuk pengembangan pendidikan dan penelitian dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia karena itu sesudah mengalami pembaharuan dalam tata pameran dan peragaan, para pengunjung yang masih awam pada ilmu, kegiatan dan hasil kerja geologi, dapat memahaminya di museum. Untuk peragaannya museum geologi dilengkapi dengan perangkat elektronik, mekanik, pemandu, dan pembimbing.
Perjalanan fieldtrip kami, berakhir di tempat wisata di wilayah Lembang, yaitu Floating market dan Pabrik pengolahan tahu susu, Lembang. Floating market merupakan tempat wisata yang menggabungkan pasar tradisional dengan alam Lembang yang memesona. Tempat ini memiliki konsep seperti pasar terapung yang ada di Sungai Kuin, Banjarmasin. Para siswa dapat merasakan sensasi belanja di atas perahu, wisata kuliner tradisional Indonesia, menikmati wisata air, serta arena foto selfie yang menawan. (sip. Ety M)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply